Posted in:
By Eko NP Andi 1 komentar

GIGI yang Semakin ber-GIGI


Judul : Biografi GIGI
Penulis : Adib Hidayat
Penerbit : Gramedia PU
Harga : Rp. 240. 000
Tebal : 428 halaman

Lima belas tahun bukan waktu yang singkat untuk ukuran sebuah band. Apalagi persaingan di industri ini begitu keras. Band-band baru bermunculan, generasi pendengar berganti. Namun GIGI membuktikan mereka masih bisa eksis hingga detik ini, walaupun jalan mereka tak pernah mudah. Menapak usia ke 15, untuk memperingati ulang tahunnya itu GIGI meluncurkan biografi perjalanan karir mereka di dunia show biz Indonesia.
Lewat biografi inilah, GIGI ingin berbagi pengalaman dengan para pengagumnya. Sesuatu yang jarang (untuk tidak menyebutkan tidak pernah ada) ada band yang membuat biografi mereka saat masih aktif bermusik. Sepertinya lewat buku ini GIGI berniat mengajak musisi-musisi atau band-band lain untuk membuat biografi, seperti halnya album religi mereka yang belakangan diikuti oleh banyak band.
Proses pengerjaan buku ini lumayan berliku. Terhitung sudah empat penulis yang dilibatkan. Entah itu karena kesibukan atau ketidakcocokan, akhirnya penyusunan buku tersebut berhenti di tengah jalan. Hingga akhirnya, di tangan Adib Hidayat buku ini kelar juga.
Dan setelah diluncurkan akhir Maret 2009 lalu, akhirnya buku itu sampai juga di tanganku. Tentunya setelah ngiler melihat bukunya terpajang di rak toko buku, walaupun resiko kelaparan sudah terbayang di depan mata. Harga 240.000 lumayan berat juga untuk kantong. Hehehehe...
Ada cerita menarik di awal buku ini, awalnya GIGI sedang on-air di sebuah radio di Bandung. Saat itu, ada sesi interaksi GIGI dengan pendengar, dan pendengar terpilih akan mendapatkan album GIGI. Saat itu, salah seorang pendengar bertanya, “kenapa GIGI gak pernah ada instrumen piano atau keyboard?”. Budjana, merespon pertanyaan tersebut, “pertanyaan bagus, ....”. Singkat kata, sang penanya itu lah yang berhak atas hadiah dari GIGI. Beberapa tahun kemudian, akhirnya sang penanya tersebut dipercaya untuk menulis biografi GIGI. Dialah Adib Hidayat.
Buku ini terbagi ke dalam beberapa bagian. Kalau boleh saya meringkas, buku ini terdiri dari tiga tema besar. Bagian pertama menceritakan profil tiap personel, bagian kedua tentang perjalanan karir GIGI, dan bagian terakhir adalah (kalau bahasaku) GIGI All Side.

****

Pada bagian pertama buku ini, kita akan diajak melihat kebelakang, siapa sih personel GIGI itu? Bagaimana perjalanan karir mereka sebelum di GIGI? Suka duka perjalanan karir mereka hingga akhirnya “tumbuh” GIGI. Pada bagian kedua, adalah diskografi GIGI. Album perdana hingga album Jalan Kebenaran. Cerita yang menarik apalagi kalau bukan album perdana, Angan (1994), konser perdana di luar Jakarta, Jogja. Ketika waktu itu GIGI belum mempunyai tim manajemen sebagus sekarang, masing-masing personel merangkap crew. Angkat barang sendiri. Dengan bayaran 2,5 alias 250 ribu. Wow...
Pada bagian kedua ini juga dituturkan bagaimana susah payah GIGI menghadapi permasalahan di internal mereka. Keluarnya Baron, Ronald, dan Thomas yang harus di “keluarkan” sementara, serta isu yang sempat heboh tentang bakal hengkangnya Armand, ke INXS.
Dalam tiap album, selalu ada cerita menarik di baliknya. Kenapa album 2x2 yang digarap bareng bule malah nggak laku di pasaran (salah satu pengisinya adalah Billy Seehan, bassis Mr. Big).
Di bagian akhir berisi GIGI by GIGI. Rencana ke depan, idealisme, masa depan, dan banyak deh.. Di bagian ini juga ada cerita Armand yang sempat mengalami depresi berat, pasti tidak ada yang tahu. Cerita dari Dewa Budjana yang sempat ingin resign dari GIGI.

****

Secara harga buku ini emang mahal, tapi sebanding dengan kualitasnya. Secara isi juga menarik, cuma kalau ada kekurangan itu wajar. Oke deh, sekian dulu review-nya. Kalau masih penasaran beli aja bukunya. Saya jamin gak bakal nyesel.