By Eko NP Andi | Thursday, June 12, 2008
Posted in: | 0 komentar

Perhatian!!!

Allow semuanya… selamat berjumpa lagi bersama komentator bola kesanyangan anda, Bung Kodok. Oia, untuk perhatian semuanya. Bahwasanya selama perhelatan EURO 2008 ini, blog ini akan jadi semacam media yang mengulas pertandingan EURO. Akan ada prediksi, hasil pertandingan, dan anlisis pertandingan. Tentunya, sesuai dengan kemampuan dan sedikit pengetahuan yang saya punya.

Oia lagi, blog ini mungkin akan terlambat beberapa jam dalam updatenya. Harap dimaklumi, karena updatenya tergantung dana yang tersedia. Jadi, nggak usah ditunggu kehadirannya. Lha wong cuma ikut meramaikan demam EURO yang lagi melanda Indonesia.



Read more
By Eko NP Andi | Tuesday, June 10, 2008
Posted in: , | 0 komentar

Demam EURO, Sudah di Mulai...

AKHIRNYA, setelah lama menunggu, EURO 2008 di mulai juga. Dua hari pula aku begadang, melewatkan malam bersama aksi bintang-bintang sepakbola benua biru itu.
Selama dua hari gelaran, beberapa tim unggulan mulai menunjukkan potensinya untuk menjuarai EURO kali ini, beberapa malah melempem. Tim tuan rumah pun tampil mengesankan, walau keduanya kalah.
Jerman yang jadi tim jagonku sukses mengalahkan Polandia dengan skor 2-0. Sepakbola menyerang yang di mainkan anak buah Joachim Loew ini terbilang efektif dan efisien. Memainkan formasi 4-3-3 Jerman sangat atraktif dalam menyerang. Dalam pertandingan kemarin malam, terlihat sekali tak banyak bola berlama-lama di kaki pemain. Satu dua sentuhan, oper. Walaupun pada babak pertama masih terlihat canggung, masih mencari bentuk permainan. Sementara itu dari segi pemain, Mario Gomez yang aku harapkan bermain cemerlang ternyata sangat jauh dari harapan, canggung dan masih mandul. Yah, bisa dimaklumi sih. Karena ini adalah pertandingan perdananya di level turnamen dunia. Yang suprise malah Lukasz Podolski, pemain yang jarang bermain di level klub (Bayern Muenchen) ini malah tampil cemerlang. Bahkan pemain berdarah Polandia itu memborong dua gol kemenangan Jerman, masing-masing pada menit ke 20, dan 72.
Pada babak pertama walaupun bermain offensif serangan-serangan yang dilancarkan Jerman terasa kurang menggigit, baru pada babak kedua setelah Fritz digantikan Bastian Schweinsteiger terlihatlah Jerman yang sesungguhnya. Serangan dari sayap mulai hidup. Indah sekali. Aku jadi terkenang World Cup 2006. Dengan performa yang ditunjukkan kemarin malam, tak salah agaknya jika menempatkan Jerman sebagai unggulan. Jika dalam pertandingan-pertandingan ke depan performa tetap terjaga siap-siap menunggu Jerman di Final.
Sementara itu pada pertandingan perdana di grup maut (grup C) semalam, antara Perancis vs Rumania berakhir imbang tanpa gol. Pada pertandingan tersebut, Perancis masih melempem. Ternyata, sosok Zinedine Zidane masih dibutuhkan tim Prancis. Tanpa kreator serangan sekaliber Zidane terbukti Perancis tampil monoton. Aliran bola tidak jelas, sepertinya pemain-pemain mereka kebingungan saat menguasai bola dan mengumpan. Ribery yang diharapkan mampu menggantikan peran Zidane tak bisa leluasa bergerak, karena selalu dikawal ketat pemain-pemain bertahan Rumania. Rumania sendiri bermain apik, strategi yang di susun Victor Piturca terbukti efektif mematikan pergerakan pemain-pemain Perancis untuk leluasa menyerang. Dengan menumpuk pemainnya di tengah, serangan-serangan Perancis bisa diredam sejak berada di lini tengah.
Kejutan terjadi pada pertandingan kedua grup C, antara Italia vs Belanda. Belanda sukses menggulung jawara Piala Dunia dua tahun lalu itu dengan skor akhir 3-0. Permainan rancak ala total football berhasil menembus tembok cattenachio. Aku sendiri terkejut menyaksikan permainan cepat yang dikembangkan Belanda. Duo striker sayap mereka, Sneidjer dan Kuyt menjadi aktor penting kemenangan tersebut. Singkatnya, permainan Belanda mengerikan. Sebuah sinyal bahaya bagi tim lain. Italia sendiri sebenarnya tidak tampil buruk, hanya saja cederanya il cappitano Fabio Cannavarro membuat lini belakang mereka terlihat rapuh. Duet Materazzi-Barzaghli sering nggak nyambung, tiga gol yang bersarang menjadi bukti buruknya koordinasi mereka. Agaknya Donadoni membaca pikiranku, tadinya aku berharap Del Piero dan Cassano bakal dimainkan menggantikan Di Natale dan Cammoranesi, dan benar juga. Pemikiran via telepati itu, disetujui oleh Donadoni. Sayang karena jarak Malang-Swiss jauh,jadi pesan yang dikirim sudah terlambat. Belanda keburu kuat di belakang, dan kecolongan dua gol dibabak pertama cukup memberatkan.
So, gitu dulu yach apdet dari EURO 2008. Udah kepanjangan, lagian capek juga nyerocos nggak jelas.. Sekarang mo tidur buat begadang 'ntar malem...

Read more
By Eko NP Andi | Tuesday, March 18, 2008
Posted in: | 0 komentar

Sakit itu Gak Enak!!!

Empat hari ini, jadi hari yang berat buatku. Bukan apa-apa, empat hari terbaring sakit di tempat tidur. (Emang ada ya kodok sakit?-harap maklum karena ini species yang tak biasa). Penyakit yang bersarang di tubuh macem-macem. Dari meriang, batuk-batuk, pusing, demam (ada bedanya gak sih sama meriang?), gatel-gatel belum ilang, dan yang ikutan memperparah adalah hari-hari belakangan ini keuangan sedang tidak sehat, alias kere (klo yg ini mah tiap hari, hehehe...).

Jadinya, yang ada tiap hari aku cuman bisa tidur, tidur, dan tidur. Hampir gak ada aktivitas yang bisa dilakukan, bahkan untuk membaca buku “Gajahmada 2” yang baru aku pinjem dari perpus kota. Lha, mo baca gimana ya? Kepala nyut2an gak karuan gak bisa diajak kompromi. Bahkan kuliah sampai gak inget. Lagian kalo inget pun, pasti nantinya belagak gak inget. Hehehe...

Tapi, untungnya aku masih punya cewek yang baik dan perhatian. (Ehm....) Bisa dibilang beberapa hari itu aku dirawat ma dia, walopun gak tiap hari. Paling gak, perhatian dan kasih sayangnya bikin semangat buat sembuh itu muncul. Yah, yang ini memang agak hiperbolis, tapi gak papalah. Emang begitu adanya. Hehehe....

Aku sempat ketakutan sendiri sama sakitku. Menduga-duga sakit apa sebenernya aku, mengingat penyakitnya begitu meriah. Mulai paranoid, jangan-jangan kena penyakit yang membahayakan. Ato jangan-jangan.... Alah, daripada menduga-duga mending tanyain aja pada ahlinya besok. Kenapa besok? Ya, karena besok baru dapet duit. Emang ada gitu, hari gini berobat gak pake duit?

By the way, akhirnya aku dapat juga buku Gajah Mada yang ke dua. Setelah beberapa kali bolak-balik ke Perpus Kota, buku itu belum kembali atau di pinjem lagi. Tapi, harus bersabar lagi. Karena sakit, jadi gak kebaca sampai beberapa hari dan habis masa peminjamannya. Jadinya diperpanjang peminjamannya, dan sekarang bukunya lagi gak sama aku. Entah, dibawa siapa. Awas aja kalo besok gak balik, bakal aku bikin senewen orang yang bawa buku itu.

Read more
By Eko NP Andi | Friday, February 15, 2008
Posted in: | 0 komentar

My Sistas

Project trace saya yang terbaru, dengan object adek sendiri ini saya kerjakan dengan CorelDraw 12.

Read more
By Eko NP Andi | Friday, February 15, 2008
Posted in: | 0 komentar

Iklan Aneh

Beberapa hari ini aku dibuat penasaran sama sebuah spanduk. Emang ada yah, penasaran sama spanduk? Jatuh cinta ma spanduk? Kurang kerjaan amat ya...Tapi asli spanduk yang satu ini bikin penasaran-ran. Aneh bin ajaib. Sayang aku gak ambil fotonya. Apaan sih?
Itu lho, di spanduk itu di tulis Pagelaran Wayang dengan kisah "Tragedi Rama Shinta". Nah, apanya yang aneh? Bukannya biasa aja. Lagian udah biasa kan? Pasti ada yang bertanya seperti itu. Awalnya aku juga kayak gitu. Tapi setelah melakukan pengamatan mendalam (sok pengamat), aku jadi tersenyum-senyum mesum.

Penyebabnya adalah yang punya hajatan. Bukan, ini bukan bupati atau orang kawinan yang ngadain. Tapi sebuah tempat hiburan malam terkemuka di kota ini. Semacam tempat berajep-ajep gitulah.. Aneh kan. Aku jadi ngebayangin, gimana yah jadinya? Gimana modelnya?Kalo wayang yang selama ini identik dengan budaya masyarakat jawa itu, di gelar di sebuah tempat hiburan? Pasti asyik dan yang pasti beda. Apa nanti dalangnya bakal mabuk dulu, baru "mayang" atau

Yang ada di otak ini cuman pertanyaan bagaimana, bagaimana doank. Pengen juga sih ngeliat. Tapi, sebuah benda kecil yang terselip di belakang saku berteriak, "jangan!!!" ato "Pergilah, dan besok kamu bakal mati kelaparan". Halah, pokoknya gak bakalan nonton deh, yang pasti mahal. Tapi, kalo ada yang mo traktir, dengan senang hati aku bakalan nerima tanpa setetespun penyesalah buat ngikut nonton.

Bakalan kayak apa ya?Halah, ngapain juga aku segitu amat...Si Amat aja biasa-biasa aja..Besok aku ambil fotonya deh. Biar semuanya tahu gimana penampakan spanduk itu.

Read more
By Eko NP Andi | Monday, January 28, 2008
Posted in: | 0 komentar

The Smilling General, Akhirnya Mangkat

Setelah sekitar 20 hari dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Soeharto meninggal dalam usia 87 tahun. Kematian beliau ibaratnya hanya menunggu waktu. Dan kemarin pada pukul 13.15 WIB, berita kematian itu mengudara. Semua televisi menyiarkan berita itu, lewat breaking news dan laporan langsung dari lokasi. Setelah itu, sore harinya, televisi mulai menayangkan in memoriamnya.

Kematian “Bapak Pembangunan” itu mendapat banyak simpati dari berbagai pihak. Mulai dari rakyat kecil sampai istana. Presiden Yudhoyono pun menetapkan hari berkabung nasional selama satu minggu, dan pemasangan bendera setengah tiang.

Perlakuan negara pada Soeharto memang istimewa, dan sudah selayaknya dilakukan oleh negara pada mantan presidennya. Sesuatu yang tak diberikan oleh Soeharto pada the founding father, Soekarno. Soekarno menikmati hari-hari terakhir hidupnya dalam kesepian dan meninggal dalam sunyi. Kontras dengan apa yang diterima Soeharto.

Terlepas dari kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat Soeharto, perlakuan negara menurutku sudah pantas dan selayaknya. Ini menunjukkan bahwa negara ini menghormati pahlawannya.

Dengan kematian Soeharto, kini pemerintah tinggal memikirkan bagaimana menyelesaikan kasus-kasus yang diwariskan Soeharto. Memang Soeharto telah mati, tapi kesalahannya di masa lalu tetap harus dibayar. Kematiannya tak serta merta menyelesaikan permasalahan.

Muladi, yang diwawancarai oleh Meutia Hafid menjelaskan bahwa salah satu jalan keluarnya adalah dengan dialog dan rekonsiliasi. Yang pasti apapun caranya, semoga itu dapat menyelesaikan tanggungan Soeharto dan mengembalikan uang rakjat. Seperti juga ungkapan Lestari, mantan tahanan politik berusia 76 tahun yang pernah merasakan kekejaman Orde Baru, bahwa sebagai manusia biasa dirinya telah memaafkan Soeharto, tapi keadilan harus ditegakkan.

Akhirnya, Selamat jalan Jenderal Besar H.M. Soeharto. Semoga arwahnya tenang dan diterima di sisi-Nya. Semoga orang-orang yang ditinggalkan diberi ketabahan. Dan semoga dengan kematiannya, uang rakyat itu benar-benar kembali. Amien..

Read more
By Eko NP Andi | Tuesday, January 15, 2008
Posted in: | 0 komentar

Apa kabar ya si Mbah?

Semua pasti sudah tahu, hampir sepekan ini media massa kita dipenuhi oleh berita seputar Mbah Harto. Tak peduli itu media cetak atau elektronik, semua berlomba-lomba menyajikan berita ekslusif seputar perkembangan kesehatan si Mbah. Ternyata, orang ini masih punya nilai jual. Tak hanya saat berkuasa aja dia memonopoli, saat sakit pun media di monopoli olehnya.

Perkembangan seputar sakitnya si Mbah memenuhi hampir semua kuota media massa. Dari kolom sampai laporan-laporan panjang. Dari breaking news sampai talkshow. Dimana-mana tentang si Mbah.

Banyak kalangan menaruh simpati padanya. Dibeberapa tempat bahkan diadakan upacara mendoakan si Mbah. Dari sekedar yasinan beberapa orang sampai puluhan mungkin pula ratusan.

Jika melihat kondisi terakhirnya tak ada orang yang tega melihatnya. Bagi yang menonton televisi, tentu tahu bagaimana tubuh yang tergolek tak berdaya itu di dorong kesana-kemari. Rasa iba itu pasti muncul.

Tapi, jika melihat sepak terjangnya selama berkuasa rasa iba itu sirna. Bagaimana nasib keluarga korban Tanjung Priok, Keluarga-keluarga eks-tapol dan napol, Keluarga lawan politiknya. Dan segambreng masalah yang lain. Tentu tak mudah melupakan kejadian memilukan yang pernah menimpa mereka. Kehilangan orang-orang tercinta, secara misterius. Atau bagaimana keluarga founding father Sukarno, yang menyaksikan orang yang mereka cintai “dibunuh” oleh Suharto. Tak segampang membalik telapak tangan untuk melupakan kisah atau perlakuan yang mereka alami.

Belum lagi, pernyataan-pernyataan beberapa pihak untuk memaafkan Suharto. Ada yang bilang jasa-jasanya kepada negara sangat banyaklah, rasa sosialnyalah, whatever. Nah, lo... Apakah seseorang dengan catatan-catatan yang penuh noda itu patut dimaafkan? Apakah rasa iba telah mengaburkan ingatan kita?

Saya memang tak merasakan secara langsung penderitaan lawan-lawan politik Si Mbah. Tapi, itu tak membuat harus lupa pada sejarah. Apapun itu, keadilan harus tetap ditegakkan. Tak peduli dia pernah berjasa, kalau terbukti bersalah ya harus di adili.

Akhirnya, jika beberapa kalangan mengharapkan kesembuhan si Mbah saya juga mengharapkan bahwa Mbah dapat beristirahat dengan tenang. Tak usahlah dia memikirkan utang-utangnya, biar keluarga yang melanjutkannya. Membayar keugian kepada negara. Semoga Mbah diampuni dosanya. Dan semoga keadilan masih menjadi harta yang berharga bagi kita semua. Amieen.

Read more